Tugas Pertemuan 2

 [Pertemuan ke - 2]

Nama : SYARIFA FIBRIANI

Nim : 2019D1B167

PENGAWASAN & PENGENDALIAN PROYEK


-Buat detail penjelasan yang lengkap terkait :

1. Management Pengendalian Mutu

2. Tepat Biaya

3. Tepat Mutu

4. Tepat Waktu


JAWABAN

1. Management Pengendalian Mutu 

PengertianManajemenMutu

Manajemen mutu yang dikenal total management quality atau TQM dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang membantu sebuah organisasi, perusahaan, atau badan usaha untuk  mengawasi setiap kegiatan serta tugas dan tanggungjawab yang diperlukan dalam mempertahankan kualitas atau mutu dari perusahaan tersebut.

Total management quality sendiri merupakan sebuah sistem yang menentukan kebijakan, merencanakan, mengontrol, dan mengembangkan kualitas mutu yang diberikan perusahaan.  Sistemini juga dikenal sebagai sebuah filosofi dasar yang menyatakan bahwa kepuasan pelanggan akan menentukan keberhasilan jangka panjang dari sebuah badan usaha. Di dalamnya, semua stakeholders  atau pemangku kepentingan bekerjasama dalam peningkatan kualitas produk dan layanan serta budaya kerja di lingkungan perusahaan. 

Selain itu, ada definisi lain yang menjelaskan bahwa system manajemen dalam menjaga mutu adalah sebuah system manajemen yang lebih mengedepankan kualitas sebagai strategi bisnis yang berorientasi pada kepuasan pelanggan yang melibatkan seluruh SDM di perusahaan.

ManfaatManajemenMutu

Ada banyakmanfaat yang bisa di dapatkan dari proses jika diterapkan di dalam sebuah perusahaan. Antara lain :

  1. Memberikan kepuasan kepada para pelanggan sehingga menjaga kepercayaan terhadap perusahaan.
  2. Menumbuhkan rasa motivasi di dalam diri karyawan
  3. Meningkatkan standard kerja di dalam perusahaan
  4. Meningkatkan dan menjaga nama baik perusahaan

TujuanManajemenMutu

Manajemen mutu sendiri memiliki beberapa tujuan yang diharapkan dapat tercapai di dalam prosesnya. Yaitu :

  1. MenetapkanVisi dan Standar kerja bagi para anggota suatu organisasi atau badan usaha
  2. Membangun motivasi dan budaya kerja di dalam organisasi maupun badan usaha
  3. Membantu meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan baik dari anggota maupun pelanggan atau klien.
  4. Memberikan inovasi atau pengembangan lebih lanjut dari perusahaan atau organisasi itu sendiri

FungsiManajemenMutu

Seperti yang sudah dijelas kan sebelumnya, manajemen mutu memiliki fungsi sebagai sebuah acuan atau tolak ukur dalam mengelola kualitas yang diberikan oleh suatu perusahaan, organisasi maupun badan usaha. Hal ini akan sangat mempengaruhi kualitas dan kinerja seluruh anggota perusahaan dalam menjalankan tugasnya masing-masing guna mencapai tujuan dan visi dari perusahaan tersebut.

Proses ManajemenMutu

Di dalam manajemen mutu, ada beberapa tahapan maupun proses yang perlu dilakukan yaitu :

Perencanaan dan Strategi Mutu

Untuk mencapai suatu tujuan, diperlukan proses perencanaan dan strategi yang matang agar keputusan-keputusan yang diambil dapat lebih terarah dan sesuai. Hal ini juga berlaku di dalam dunia bisnis. Untuk melaksanakan, harus diawali dengan perencanaan yang baik. rencana dan strategi yang dibuat pun juga harus memiliki struktur tahapan atau proses yang tepat.  Hal ini dilakukan agar kualitas mutu yang diinginkan dapat tercapai dan memenuhi standar yang berlaku.

Selain itu, di dalam tahap perencanaan strategi ini juga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui kebutuhan dari konsumen atau pelanggan agar membantu meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk maupun jasa yang dihasilkan.

ImplementasiPerencanaanMutu

Setelah melakukan perencanaan strategi yang matang, implementasi mutu diperlukan untuk mengaplikasikan hasil rancangan yang sudah dibuat. Di dalam proses implementasi mutu, adalah yang perlu diperhatikan, seperti standard pengerjaan atau pembuatan produk, dan pengecekan kualitas mutu. Jika sudah sesuai dengan standard mutu yang digunakan oleh perusahaan, barulah produk maupun hasil akan diberikan dan disebarluaskan kepada para konsumen di luar.

EvaluasiMutu

Setelah mengimplementasikan produk dan menyebarluaskan produk kepada para konsumen, maka tahap berikutnya yang perlu dilakukan adalah proses evaluasimutu. Proses evaluasi mutu berguna untuk meninjau kembali hasil dari produk yang dikeluarkan. Di dalam proses evaluasiini, perusahaan perlu untuk memeriksa kembali tingkat kepuasan serta respon yang didapatkan dari produk yang sudah dihasilkan.  Nantinya, hasil review atau evaluasi ini akan berguna dalam perbaikan atau pengembangan produk lebih lanjut.

PerbaikanatauPengembangan

Setelah mengevaluasi hasil dan kualitas dari produk yang sudah dikeluarkan sebelumnya, sebuah perusahaan perlu melakukan langkah terakhir dan yang paling krusia, yaitu pengembangan atau perbaikan. Proses ini merupakan proses lanjutan yang memanfaatkan hasil pemantauan dan pengendalian mutu hingga sebuah perusahaan dapat berinovasi lebih lanjut terhadap produk atau jasa yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

 

Pada dasarnya, hasildari proses maupun tahapan awal harus ditinjau kembali untuk menyempurnakan dan mengembangkan kualitas mutu dari perusahaan. Ini merupakan salah satu tujuan awal yang diinginkan dalam mengimplementasikan manajemen untuk menjaga mutu. Di dalam tahapan perbaikan atau pengembangan ini, ada 3 aspek yang harus ditargetkan, yaitu kinerja atau implementasi mutu terhadap produk, manajemen atau pengelolaan mutu, dan manajemen atau pengelolaan badan usaha atau perusahaan itu sendiri secara keseluruhan.

(2,3,4)

Setiap proyek memiliki tujuan khusus, didalam proses pencapaian tujuan tersebut ada tiga constraint yang harus dipenuhi, yang dikenal dengan Trade-off Triangle atau Triple Constraint. Triple constraint adalah usaha pencapaian tujuan yang berdasarkan tiga batasan, yaitu : 

a. Tepat biaya. 

    Proyek harus dikerjakan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran, baik biaya tiap item pekerjaan, biaya tiap periode pelaksanaan maupun biaya total sampai akhir proyek. 

b. Tepat waktu. 

    Proyek harus dikerjakan dengan waktu sesuai dengan jadwal pelaksanaan proyek (schedule) yang telah direncanakan yang ditunjukan dalam bentuk prestasi pekerjaan (work progress). 

c. Tepat mutu. 

    Mutu produk atau disebut sebagai kinerja (performance), harus memenuhi spesifikasi dan kriteria dalam taraf yang disyaratkan oleh pemilik 

2. Tepat Biaya

Dalam bisnis kecil, perusahaan pasti selalu tidak pernah lepas dari biaya. Jika perusahaan sedang memproduksi atau menjual barang, maka akan membutuhkan biaya. Diperlukan pengendalian biaya produksi untuk menganalisis keputusan produksi dan berbagai jenis biaya agar sesuai anggaran serta menghasilkan laba maksimal. Ketika biaya produksi tak terkendali, akan menyebabkan anjloknya laba bersih perusahaan kamu. 

Mengetahui jumlah biaya produksi yang timbul dari tiap alur produksi perusahaan merupakan hal penting dalam aktivitas bisnis. Dengan mengetahui biaya produksi tersebut, manajer dapat mengambil keputusan untuk menentukan harga jual produk, mengatur jadwal pengiriman barang dan berbagai aktivitas produksi lainnya serta meminimalisir berbagai risiko terkait proses produksi. Jumlah biaya produksi ini berfungsi sebagai dasar perhitungan rumus harga pokok penjualan (cost of goods sold).

Biaya produksi menjadi salah satu faktor penting mempengaruhi tinggi rendahnya harga jual produk. Maka dari itu, manajer perusahaan harus melaksanakan pengendalian biaya produksi yang efektif dengan adanya perencanaan biaya produksi yang baik.  Sehingga kegiatan operasional bisnis dapat berjalan dengan efisien. Biaya produksi dapat menentukan harga pokok produksi yang akan dipakai untuk menghitung harga pokok barang jadi pada saat akhir periode akuntansi.

Artikel kali ini membahas tentang definisi dan objek biaya produksi serta beberapa konsep dasar dalam pengendalian biaya produksi.

Definisi Biaya Produksi

Biaya produksi (manufacturing costs / cost of production) merupakan semua biaya yang timbul dari suatu fungsi dan proses produksi perusahaan manufaktur meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jenis biaya lain. Biaya produksi adalah salah satu komponen dalam laporan keuangan, khususnya laporan laba rugi dalam pencatatan akuntansi biaya.

Objek Biaya Produksi

Untuk menentukan profitabilitas, efisiensi dan area potensial usaha dalam peningkatan biaya, biaya produksi dapat diklasifikasi menjadi 2 objek yang dibiayai, diantaranya:

  1. Biaya langsung (direct costs) adalah biaya yang penggunaannya dapat diidentifikasi dan ditelusuri dengan mudah dari objek atau pusat biaya tertentu. Biaya langsung juga merupakan biaya yang harus dikeluarkan secara langsung berhubungan dengan produksi barang objek. Jika biaya tersebut tidak dikeluarkan, maka pekerjaan tidak akan berjalan atau tidak selesai sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pemilik usaha. Contohnya adalah biaya bahan baku, biaya konstruksi serta biaya tenaga kerja langsung, seperti upah pekerja, manajer dan jasa konsultan.  
  2. Biaya tidak langsung (indirect costs) adalah biaya yang manfaatnya tidak dapat ditelusuri dan diidentifikasi dengan mudah dari objek biaya tertentu terkait proses produksi. Jika biaya tersebut tidak dikeluarkan, maka proyek bisa tetap berjalan dan selesai sesuai dengan kehendak dan persyaratan pemilik usaha. Contohnya adalah biaya overhead (biaya listrik, telepon dan air) dan administrasi pabrik, biaya departemen proyek, biaya upah mandor dan kepala bagian produksi, biaya keamanan, biaya penyusutan mesin dan biaya sewa kantor.

3 Konsep Pengendalian Biaya Produksi

Pengendalian biaya produksi dilakukan dengan cara membandingkan anggaran biaya produksi yang telah dihitung di muka dengan biaya produksi yang sesungguhnya atau biaya realisasi. Jika biaya realisasinya lebih tinggi daripada biaya anggaran sebelumnya, maka dianggap tidak menguntungkan (unfavorable). Sebaliknya, jika biaya realisasinya lebih rendah dari anggaran dianggap menguntungkan (favorable). Dalam pengendalian biaya produksi, berikut adalah 3 konsep dasar yang perlu diperhatikan, diantaranya:

Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku atau material langsung (direct material) merupakan bahan yang secara langsung dipakai untuk memproduksi produk barang jadi yang siap dipasarkan sesuai dengan nominal yang timbul mudah ditelusuri. Bahan baku langsung mencakup berbagai macam bahan yang secara fisik yang akan diolah menjadi produk selesai atau produk jadi. Contohnya adalah harga beli dari produk kopi, seperti biji kopi, air, gula, dan bahan lainnya.

Pengendalian biaya produksi untuk bahan baku merupakan penyediaan dan pemakaian bahan baku secara efisien dengan kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan dan dapat dipertanggungjawabkan secara penuh. Ada 4 kegiatan pengendalian bahan baku yang dilakukan oleh controller adalah sebagai berikut:

  • pembuatan SOP pemakaian, pembelian dan penerimaan bahan baku berdasarkan kuantitas dan program produksi.
  • penetapan dan pemeliharaan pengecekan inheren untuk memastikan bahwa bahan baku yang dipesan telah dibayar, diterima, dan digunakan sesuai dengan tujuan.
  • penetapan harga atas pembelian melalui perbandingan biaya dan kuantitas bahan baku yang aktual digunakan dengan biaya stkamur.
  • penyiapan bahan sisa, pemborosan, dan penyimpangan sebagai hasil dari perbandingan biaya stkamur.

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung (direct labor) merupakan biaya yang secara langsung ditempatkan dan diberdayakan dalam menangani kegiatan produksi barang jadi dan segala peralatan produksi. Biaya ini juga adalah sebuah jasa yang diberikan kepada karyawan pabrik yang dan jejak manfaatnya dapat diidentifikasikan dan diikuti pada produk tertentu. Contohnya adalah upah, tunjangan dan asuransi yang dibayarkan kepada pegawai di bagian perakitan produk atau yang menjalankan kegiatan produksi. Berikut adalah 3 kegiatan pengendalian biaya produksi terkait tenaga kerja langsung bagi controller, diantaranya:

  • Menetapkan prosedur untuk pendistribusian biaya tenaga kerja dan rencana produksi.
  • Menyediakan pra rencana yang akan dipergunakan untuk menetapkan tim kerja dengan perhitungan stkamur kerja dan biaya kontrak komparatif.
  • Laporan data tambahan mengenai tenaga kerja, seperti jam kerja rata-rata per minggu, per jam, per hari, prestasi kerja dan biaya lembur.

Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik (factory overhead) adalah biaya yang terjadi secara tidak langsung dibebankan pada aktivitas produksi barang di pabrik. Contohnya adalah biaya bahan baku tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung dan biaya overhead lain. Kegiatan pengendalian biaya produksi dalam pos pengeluaran overhead pabrik yang menjadi tanggung jawab controller dalam pengambilan keputusan produksi adalah mengendalikan dan menetapkan biaya produk jadi, melakukan persediaan barang jadi, membuat akun laporan keuangan, seperti penjualan, biaya administrasi, inventaris dan lainnya.

Biaya overhead pabrik dibagi menjadi 3 jenis biaya:

  • Bahan baku tidak langsung (indirect material) adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi, tetapi tidak langsung terlihat pada barang jadi yang dihasilkan dan cenderung sulit untuk dilacak. Contohnya adalah bahan penolong, seperti lem, minyak, cairan pembersih.
  • Tenaga kerja tidak langsung (indirect labor) adalah tenaga kerja yang tidak terlibat secara langsung dalam proses produksi. Contohnya adalah upah dan tunjangan petugas keamanan dan supervisor quality control di pabrik.
  • Overhead lain, seperti biaya listrik dan air pabrik, asuransi pabrik, sewa gedung dan tanah, depresiasi, amortisasi, reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
3. Tepat Mutu 

Pengertian Mutu Adalah – Pada saat kita berbicara tentang mutu maka tidak akan lepas dari barang atau jasa.
Suatu barang yang memiliki mutu yang baik adalah barang yang yang memiliki nilai bagi seseorang dan biasanya barang tersebut terkait dengan keindahan, ideal dan kebenaran.
Mutu merupakan terminologi subjektif dan dapat di definsikan dengan berbagai cara dimana setiap definisi dapat didukung oleh argumentasi yang sama baiknya.
Pengertian mutu secara luas adalah agregat karakteristik dari produk atau jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen yang dapat di ukur secara kualitatif dan kuantitatif.
Jenis Mutu
Menurut Leviene Ramsey dan Berenson, terdapat 3 (tiga) jenis mutu yaitu :
1. Quality of Design (mutu desain)
Mutu rancangan adalah fungsi dari berbagai spesifikasi produk dan mutu rancangan ini berbeda antara produk yang satu dengan produk lainnya.
2. Quality of Performance (mutu kinerja)
Mutu kinerja adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan tingkat kinerja dalam jangka panjang.
3. Quality of Comformance (mutu kesesuaian)
Mutu kesesuaian adalah ukuran yang terkait dengan bagaimana mutu produk memenuhi berbagai syarat dan spesifikasi telah dirancang.
Tingkat kesesuaian mutu harus dapat mencapai 100%.
Faktor yang Mempengaruhi Mutu
Menurut Feigenbaum menyatakan bahwa mutu barang dan jasa secara langsung dapat ditentukanoleh 9 (sembilan) faktor, yaitu :
1. Pasar (Market)
Jumlah produk baru dan berkualitas lebih baik yang ditawarkan di pasar akan terus berkembang dalam laju eksplosif.
Ruang lingkup pasar akan menjadi lebih luas dengan menyediakan berbagai produk yang lebih baik dan secara fungsional lebih terspesialisasi.
2. Uang (Money)
Tingkat persaingan yang semakin meningkat di bidang seiring fluktuasi ekonomi dunia akan menurunkan margin laba.
Seiring itu, kebutuhan akan otomatisasi akan memaksa perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk berinvestasi alat.
Biaya mutu ini terkait juga dengan pemeliharaan serta perbaikan mutu harus diturunkan untuk meningkatkan margin laba.
3. Manajemen (Management)
Dulu kala pertanggung jawaban atas mutu produk sangat tergantung pada mandor dan teknisi.
Namun saat ini pertanggungjawaban ini telah beralih kepada manajemen yang disesuaikan dengan bidangnya.
4. Manusia (Man)
Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan penciptaan bidang baru dapat menciptakan permintaan yang tinggi akan tenaga kerja yang berpengetahuan khusus.
Hal ini terkait dengan permintaan akan tenaga ahli untuk bersama dalam merencanakan, menciptakan serta menjalankan sistem yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
5. Motivasi (Motivation)
Salah satu hal uang dapat memotivasi pekerjaa saat ini adalah dengan memberikan tambahan uang untuk agar memperkuat mereka dalam mencapai tujuan.
Selain itu, pengakuan yang positif bahwa mereka telah memberikan kontribusi pada pencapai tujuan perusahaan dapat meningkatkan motivasi para karyawan.
6. Bahan (Material)
Para ahli biasanya akan membuat spesifikasi dan keberagaman bahan uang yang bertujuan untuk menurunkan biaya produksi namun tetap memenuhi standar mutu yang telah ditentukan.
7. Mesin (Mechines)
Upaya dalam menurunkan biaya dan volume produksi dalam rangka memuaskan konsumen pada persaingan pasar yang ketat telah mendorong penggunaan mesin yang canggih untuk memproduksi produk yang bermutu.
Oleh sebab itu agar mutu tetap terpenuhi maka mereka harus memelihara mesin produksi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
8. Metode Informasi Modern
Perubahan teknologi yang begitu cepat telah memberikan kemungkinan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengambil serta memanipulasi informasi dalam jumlah yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Hal ini membuat kita mendapatkan informasi yang lebih bermanfaat, akurat, tepat dan dapat dijadikan sebagai landasan keputusan bisnis dimasa depan.
9. Persyaratan Proses Produksi
Dengan semakin meningkatnya kerumitan dan syarat mutu yang lebih tinggi membuat keamanan produk menjadi penting.
Oleh sebab itu dibutuhkan perhatian yang konstan untuk meyakinkan bahwa tidak ada faktor yang diketahui atau tidak diketahui akan masuk kedalam proses untuk menurunkan kualitas komponen atau sistem.
Manfaat Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu sangat dibutuhkan didalam perusahaan karena mutu dapat mempengaruhi beberapa hal berikut :
1. Reputasi Perusahaan
Bila sebuah perusahaan berhasil menghasilkan produk atau jasa yang bermutu maka mereka akan mendapatkan predikat sebagai perusahaan yang mengutamakan mutu.
Oleh sebab itu, perusahaan tersebut akan mendapatkan nilai lebih dari masyarakat sehingga mereka dapat dipercaya oleh masyarakat.
2. Penurunan biaya
Pada saat ini masih banyak orang yang berpendapat bahwa untuk memproduksi produk bermutu selalu terkait dengan peningkatan biaya.
Hal ini menyebabkan bahwa sebuah produk bermutu sudah pasti akan memiliki harga yang mahal.
Padahal untuk menghasilkan produk atau jasa yang bermutu tidak membutuhkan biaya yang besar.
Hal ini karena perusahaan tersebut hanya fokus pada costumer Satisfaction yaitu berdasarkan jenis, tipe, waktu dan jumlah produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Dengan demikian tidak akan terjadi pemborosan dan harus dibayar mahal oleh perusahaan.
3. Peningkatan Ruang Lingkup Pasar
Ruang lingkup pangsa pasar akan meningkat bila minimalisasi biaya tercapai sehingga harga dapat ditekan tapi mutu produk tetap tercapai.
Hal ini dapat mendorong konsumen untuk membeli produk atau jasa tersebut sehingga akan terjadi peningkatan pangsa pasar.
4. Pertanggungjawaban Produk
Dengan adanya peningkatan mutu produk atau jasa yang dihasilkan maka perusahaan akan terlihat bertanggung jawab terhadap desain, proses dan pendistribusian tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Selain itu, perusahaan tidak lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk memberikan jaminan terhadap produk dan jasa yang ditawarkan tersebut.
5. Dampak Internasional
Pada saat kita dapat menawarkan produk atau jasa yang bermutu maka kita tidak hanya dikenal di pasaran lokal namun juga dapat dikenal pada pasar internasional.
Tentunya hal ini dapat memberikan kesan yang baik pada perusahaan karena dapat menghasilkan produk atau jasa yang memiliki mutu baik.
6. Penampilan Mutu
Dengan mutu maka produk atau jasa yang ditawarkan tersebut mudah untuk dikenal dan membuat perusahaan juga mudah dikenal dan dipercaya oleh masyarakat.
Dengan bertambahnya kepercayaan tersebut tentunya akan membuat fanatisme dari konsumen terhadap produk perusahaan.
7. Mutu yang Dirasakan
Ketika perusahaan sudah dikenal dengan produk atau jasa yang bermutu maka persaingan yang ketat tidak akan menjadi permasalahan.
Hal ini karena konsumen akan tetap akan terdorong untuk membeli produk atau barang walau dengan harga yang tinggi.
Walaupun standar mutu merupakan nilai yang subjektif, sebagai pengusaha harus dapat mampu memenuhi kebutuhan pelanggan serta menerjemahkan pengertian mutu secara menyeluruh.;

4. Tepat Waktu

Penyediaan inventaris atau persediaan di suatu perusahaan yang terbatas pada kebutuhan penggunaannya atau yang disediakan tepat pada saat produksi untuk mengurangi penanaman dana yang besar atas penggunaan tersebut (just-in-time/JIT).

Otoritas Jasa Keuangan

Apa itu Tepat Waktu atau JIT?

Sistem persediaan just-in-time (JIT) adalah strategi manajemen yang menyelaraskan pesanan bahan baku dari pemasok secara langsung dengan jadwal produksi. Perusahaan menggunakan strategi inventaris ini untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan dengan menerima barang hanya saat mereka membutuhkannya untuk proses produksi, yang mengurangi biaya persediaan. Metode ini mengharuskan produsen untuk memperkirakan permintaan secara akurat. 

Salah satu contoh sistem persediaan JIT adalah produsen mobil yang beroperasi dengan tingkat persediaan rendah tetapi sangat bergantung pada rantai pasokannya untuk mengirimkan suku cadang yang dibutuhkan untuk membuat mobil, sesuai kebutuhan. Akibatnya, pabrikan memesan suku cadang yang diperlukan untuk merakit mobil, hanya setelah pesanan diterima. Agar manufaktur JIT berhasil, perusahaan harus memiliki produksi yang stabil, pengerjaan berkualitas tinggi, mesin pabrik bebas glitch, dan pemasok yang dapat diandalkan.

Keunggulan dan Kelemahan Sistem JIT

Sistem persediaan JIT memiliki beberapa keunggulan dibandingkan model tradisional. Proses produksinya singkat, artinya produsen dapat dengan cepat berpindah dari satu produk ke produk lainnya. Selain itu, metode ini mengurangi biaya dengan meminimalkan kebutuhan gudang. Perusahaan juga menghabiskan lebih sedikit uang untuk bahan baku karena mereka membeli sumber daya yang cukup untuk membuat produk yang dipesan dan tidak lebih.

Kerugian dari sistem persediaan JIT melibatkan potensi gangguan dalam rantai pasokan. Jika pemasok bahan baku mengalami gangguan dan tidak dapat mengirimkan barang tepat waktu, ini dapat menghentikan seluruh proses produksi. Pesanan tiba-tiba yang tak terduga untuk barang-barang dapat menunda pengiriman produk jadi ke pelanggan akhir.


Komentar